Kamis, 04 Desember 2014

RESPONDING PAPER TOPIK TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN PERDABAN ISLAM

Nama              : Dita Sopia Sari
Nim                 : 1112032100005
Kelas               : PA (A)
Semester         : 5
Tanggal          : 9 Oktober 2014
Topik              : Tokoh-Tokoh Perempuan dalam Membangun Peradaban Islam

Kebangkitan islam seakan membuka kembali catatan sejarah Islam. Sebagaimana yang telah diketahui sejak Rasulullah  diutus untuk menyebarluaskan agama Islam. Para muslimah generasi awal telah melibatkan dalam dakwah bersama kaum muslimin yang lainnya untuk mengaktifkan transformasi sosial dan global menuju pribadi yang lebih terarah. Telah tercatat nama-nama besar dari masa Nabi, Khulafaur Rasyid dan sampai masa terjatuhnya masa Khilafah itu seperti Siti Aisyah, Siti Khodijah, Siti Fatimah dan di masa modern yaitu Maryam Jamilah, Aminah Wadud dan seterusnya. Mereka bisa dikatakan sebagai tokoh pergerakan wanita karena mereka menjadi tauladan atau panutan bagi para wanita dari jaman ke jaman
Siti Fatimah AZ-Zahra adalah salah satu anak rasul yang lahir di Mekkah pada Jumat, 20 Jumadil Akhir tahun 613 M awal abad ke-7 dan meninggal 4 bulan setelah Nabi Muhammad meninggal di Madinah 11 H.. Sebagian besar perjalanan hidup Fatimah itu diabadikan untuk menopang perjuangan ayahnya. Beliau adalah istri dari ali bin abi thalib yang menikah pada bulan syawal bada perang badar. Dia menuruni sifat ibunya yaitu khodijah yang taat pada agama, peduli, dernmawan dan lain sebagainya. Perjuangannya dapat dilihat dari kehidupannya, ia hidup di lingkungan Rasul jadi seiring berjalannya waktu ia selalu diiringi dengan perbuatan baik. Menurutnya kecantikan perempuan itu ada pada pakaiannya yang islami yang tidak berlebihan, yang menutup auratnya dan berwajah seri kepada siapapun. Ia juga dikatakan gadis yang pemberani, karena ia ikut serta bersama saudara-saudara perempuannya dalam Perang Uhud (perang setelah Perang Badar). Karena pada saat itu jumlah pasukan tidak seimbang, pasukan muslim lebih sedikit dibanding dengan pasukan kafir.
Siti Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Rasul yang dijuluki dengan nama “Ash-Shidiqoh” yang berarti perempuan yang berhati lurus dan “Khumairoh” yaitu pipi yang kemerah-merahan. Lahir pada tahun ke-9 bulan Dzulhijjah 614 M. tidak jauh beda dengan Fatimah, oa pun menerima ajaran-ajaran yang baik dari Rasul.  Pengahafal hadits Rasul juga sangat berintelek dalam bidang Islam.
Tokoh-tokoh Perempuan Khalifah Bani Umayyah, diantaranya Hindun Binti Utbah, Urainab Binti Ishak, Aminah Binti Asy-Syarid, Arwa Binti al-harist, Az-Zarqaa binti Adiy al-Kufiyyah dan lain-lain. Adapun dari bani Abbasiyah diantaranya, Ummi Salamah binti yakub almakhzumi , Al-Khaaizuran Binti al-mahdi, Zubaidah binti jafar, Aliyah Binti al-Mahdi, Danamir dan lain-lain. Dan masih banyak lagi tokoh Islam perempuan pada masa Rasul dan Khilafah.
Ibn Hajar al-Atsqalani mengungkapkan 191 perempuan selama satu abad, dan 168-nya belajar dan mendapatkan ijazah untuk menyampaikan ilmu mereka serta mengajar. Pada masa selanjutnya tidak banyak yang di sebutkan dalam bidang biografi siapa sajakah tokoh perempuannya, paling hanya 1 atau 2 perempuan. Salah satunya adalah Maryam binti Muhammad al-‘Aqqad (1220 H/1805 M) yang mendapatkan ijazah untuk menyampaikan koleksi hadis dari ayahnya dan ahli-ahli hadis termasyhur di zamannya.
Lalu pada masa modern juga terdapat tokoh Islam perempuan, yaitu diantaranya Maryam Jameelah, yang merupakan orang Yahudi Amerika , pada tanggal 23 mei 1934, di New Rochelle, New York .  Maryam Jameelah merupakan seorang Yahudi Reform yang bersifat liberal. Maryam Jameelah mengenal Islam melalui proses yang panjang, pada tahun 1961 ia menjadi seorang mualaf. Pemikiran pembaharuan Maryam Jameelah dapat di golongkan menjadi tiga tema yaitu: Islam dan Modernisasi / Masyarakat Barat, Modernisasi dan Westernisasi dan Perempuan.

Amina Wadud lahir pada tanggal 25 September 1952 dengan nama Maria Teasley di kota Bethesda, Maryland. Ayahnya adalah seorang Methodist menteri dan ibunya keturunan dari budak Muslim Arab, Berber dan Afrika. Ia menerima gelar BS, dari The University of Pensylvania, antara tahun 1970 dan 1975. Pemikiran Amina Wadud mulai dari penciptaan manusia sampai persaksian perempuan adalah untuk menentang sebagian sikap dan hasil penafsiran tentang wanita dan Al-Qur’an. menganggap kesetaraan laki-laki dan wanita bukan berarti sama bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama pada tataran etika agama, dan mempunyai tanggung jawab yang sama-sama signifikan pada tataran fungsi sosial. Dan selanjutnya masih banyak lagi tokoh-tokoh Islam perempuan yang masih dan terus berjuang hingga saat ini.

Nama              : ARIS DHIYA’UL FAUZAIN
Nim                 : 1112032100007
Kelas               : PA (A)
Semester         : 5
Tanggal          : 9 Oktober 2014
Topik              : Tokoh-Tokoh Perempuan dalam Membangun Peradaban Islam



a.    Masa Awal Peradaban Islam (Periode Nabi  dan Khulafaurrasyidin)

Fatimah Az-Zahra, adalah istri dari salah seorang khulafaurrasyiddin, Ali bin Abi Thalib. Pernikahan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib berlangsung setelah perang badar, antara bulan Syawal atau bulan Zulhijah tahun 2 H.
Fatimah memperoleh pengetahuan ilahiahnya dari benderang kenabian dan menerima kecemerlangan kebenaran dari rumah wahyu. Karena kebenaran setiap realitas hadir dalam wujud Fatimah az-Zahra. Dialah guru pertama perempuan yang datang kepadanya untuk bertanya tentang Islam yang diajarkan oleh ayahnya. Diantara ajaran-ajaran Islam yang mendapat perhatian khusus Fatimah adalah melindungi kehormatan perempuan. Fatimah adalah gadis pemberani. Bersama saudara-saudara perempuannya, beliau berada di garis pertempuran pasukan ayahnya, merawat pasukan Islam yang terluka pada perang Uhud. Perjuangan Fatimah dalam membela Islam antara lain menjadi motivator Rasulullah Saw., saat Nabi mendapat tekanan dari kaum Quraisy Makkah. Membantu menyediakan makanan untuk pasukan Islam yang sedang menggali parit dalam rangka mempersiapkan diri untuk Perang Khandaq. Fatimah pun secara langsung aktif di balik front, satu jiwa dan satu pemikiran dan membantu Amirul Mukmini as dalam hal-hal yang berhubungan dengan jihad, mendirikan pertemuan pendidikan dan pengajaran.
Aisyah, merupakan seorang anak yang dipinang oleh Rasulullah, tiga tahun setelah Khadijah wafat. Hal ini tercatat ketika Aisyah berusia enam tahun.  Intelektualitas Aisyah: Pengetahuan Aisyah yang mendalam tentang Al-Qur’an, hadits Rasulullah, Fiqh dan Qiyas.
Ummu Salamah, nama aslinya adalah Hindun binti Abu Umayyah bin Mughirah. Ayahnya adalah Abu Ummayyah ibn Mughirah, seorang tokoh Arab terkemuka. Adapun ibunya, Atukah binti Amir ibn Abi Rabi’ah dari kabilah Kinanah. Suami pertamanya Abu Salamah Abdullah ibn Abdul Asad al-Mughirah, seorang sahabat terkemuka. Pasangan ini termasuk muslimin generasi awal dan muhajirin ke Habasyah dan Madinah. Kisah mereka menggambarkan kekokohan iman, keikhlasan berkorban, dan kesabaran dalam menghadapi penderitaan. Abu Salamah adalah pejuang Islam bersama Rasul dan selalu mengikuti Rasul dalam peperangan. Pada perang Uhud dia menghadap Sang pencipta akibat luka-luka yang dideritanya.
Tercatat dalam sejarah Ummu Salamah beberapa saat mendampingi Rasul dalam peperangan seperti, Fat-hu Mekkah (Penaklukan Mekkah, Pengepungan Thaif, Perang Lahwazan, Tsaqif, dan lainnya). Dia dikenal sangat tajam analisanya sering dan memberikan advokasi dalam berbagai strategi perjuangan Islam.
b.   Masa Kekhalifahan Islam

Tokoh Perempuan Khalifah Bani Umayyah:

1. Hindun Binti Utbah
2. Urainab Binti Ishak
3. Aminah Binti Asy-Syarid
4. Arwa Binti al-harist
5. Az-Zarqaa binti Adiy al-Kufiyyah
6. Barakah al-Hilaliyah
7. Ummi Dardaa
8. Atikah Binti Yazid Bin Muawiyyah
9. Rabiah al-Adawiyyah


Tokoh Perempuan Khalifah Bani Abbasiyah:

1. Ummi Salamah binti yakub almakhzumi
2. Al-Khaaizuran Binti al-mahdi
3. Zubaidah binti jafar
4. Aliyah Binti al-Mahdi
5. Danamir
6. Buran binti al-hasan bin shaleh
7. Uraib al-Mamuniyah
8. Qabihah
9. Sittu Mulk
10. Syajarutuddur

Tokoh Perempuan di Andalusia:

1. Az-Zaharaa
2. Subaihah
3. I’timad ar-Rumaikiya


Rabiah al-Adawiyah
Dilahirkan di Bashrah, pada tahun 95/713-185H/800M.  Adalah seorang sufi wanita pertama. Beliau menciptakan karya berupa syair-syair yang beraliran Muhabbah atau al-hubb yang berhubungan tentang cinta.
Zubaidah Binti Jafar
Ia adalah seorang istri dari Khalifah Harun al-Rasyid. Ia dilahirkan di Musol tahun 149H dan meninggal pada tahun 216H pada umur 71 tahun. Diantara jasa-jasanya yaitu:
·      Memiliki 100 pembantu hafidzah
·      mengalirkan air sejauh ratusan batu yang membelah bukit sehingga air itu dapat mengalir dari sumber air mata ke tanah haram yang memakan biaya  sebesar 1,700,000 dinar
·      memperbaiki jalan di antara Baghdad ke Makkah dan membuat rumah-rumah singgah untuk orang yang berhaji
·      Membuat  Masjid Siti Zubaidah
c.    Masa Kejatuhan kekhalifahan
Ibn Hajar al-Atsqalani mengungkapkan bahwa sebanyak 191 perempuan selama satu abad, dan 168-nya belajar dan mendapatkan ijazah untuk menyampaikan ilmu mereka serta mengajar. Sebagian besar dari mereka mempelajari Bukhari-Muslim, 12 diantaranya bergelar musnidah. Sementara al-Ghazzi menyebutkan 12 perempuan, 9 diantaranya adalah terpelajar. Salah satunya adalah Amah al-Khalik (902 H /1496 M) yang meriwayatkan “Bukhari” dari penduduk Hijaz yang dapat dipercaya.
Pada masa selanjutnya tidak banyak yang di sebutkan dalam bidang biografi siapa sajakah tokoh perempuannya, paling hanya 1 atau 2 perempuan. Salah satunya adalah Maryam binti Muhammad al-‘Aqqad (1220 H/1805 M) yang mendapatkan ijazah untuk menyampaikan koleksi hadis dari ayahnya dan ahli-ahli hadis termasyhur di zamannya.demikian juga dalam bidang tasawuf, setelah abad ke 10 H/16 M wanita-wanita sufi sudah mulai lenyap dari koleksi biografi, kecuali Ruqayyah (1317 H/1899 M) ia adalah putri dari seorang syaikh tharekat sya’diyah di Damaskus. Di samping itu, tercatat satu tokoh perempuan dari wilayah Afrika, Sokoto—sekarang masuk dalam wilayah republic Nigeria –bernama Nana Asma’u (1793 H/1865 M). dia adalah seorang guru, penyair, dan seorang pemimpin perempuan.
Sukainah bint al-Husain (w. 735 M), cicit Nabi adalah tokoh perempuan ulama terkemuka pada zamannya. Pemikirannya cemerlang, budi pekertinya indah, penyair besar, guru penyair Arab tekemuka : Jarir al-Tamimy dan Farazdaq. Ayahnya ; Imam Husain bin Ali, menyebut putri tercintanya ini : “Amma Sukainah fa Ghalibun ‘alaiha al-Istighraq ma’a Allah” (hari-harinya sering berkontempelasi). Ia sering memberikan kuliah umum di hadapan public laki-laki dan perempuan, termasuk para ulama, di masjid Umawi. Ia dikenal juga sebagai tokoh kebudayaan. Rumahnya dijadikan sebagai pusat aktifitas para budayawan dan para penyair.
d.   Masa Modern
Maryam Jameelah, merupakan orang Yahudi Amerika , pada tanggal 23 mei 1934, di New Rochelle, New York .  Maryam Jameelah merupakan seorang Yahudi Reform yang bersifat liberal. Maryam Jameelah mengenal Islam melalui proses yang panjang, pada tahun 1961 ia menjadi seorang mualaf.
Tulisan-tulisan Maryam Jamileeh:

1. Islam and  Western Society
2. Islam and Orientalis
3. Islam in the Theory and Practice
4. Islam in the Muslim Woman Today

Pemikiran-pemikirannya:
Pemikiran pembaharuan Maryam Jameelah dapat di golongkan menjadi tiga tema yaitu: Islam dan modernisasi / masyarakat Barat, modernisasi dan westernisasi, dan perempuan
Amina Wadud, lahir pada tanggal 25 September 1952 dengan nama Maria Teasley di kota Bethesda, Maryland. Ayahnya adalah seorang Methodist menteri dan ibunya keturunan dari budak Muslim Arab, Berber dan Afrika.
Ia menerima gelar BS, dari The University of Pensylvania, antara tahun 1970 dan 1975. Dia menerima MA di Studi Timur Dekat dan gelar Ph.D dalam bahasa Arab dan Studi Islam dari University of Michigan pada tahun 1988. Selama kuliah, ia belajar Arab di Mesir di Universitas Amerika di Kairo, dilanjutkan dengan studi Al-Quran dan tafsir di Universitas Kairo, Mesir dan mengambil kursus di Filsafat di Universitas Al-Azhar.
Pemikiran Amina Wadud mulai dari penciptaan manusia sampai persaksian perempuan adalah untuk menentang sebagian sikap dan hasil penafsiran tentang wanita dan Al-Qur’an. Penafsiran yang mengabaikan prinsip keadilan, persamaan dan kemanusiaan yang lazim. Amina Wadud menganggap kesetaraan laki-laki dan wanita bukan berarti sama. Ia mengakui adanya perbedaan penting antara laki-laki dan wanita. Maksud kesetaraan menurutnya adalah bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama pada tataran etika agama, dan mempunyai tanggung jawab yang sama-sama signifikan pada tataran fungsi sosial.
Fatima Mernissi, lahir di Fez Maroko pada tahun 1940. “salah seorang feminis Arab-Muslim terkenal,” merupakan generasi pertama perempuan Maroko yang mendapat kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Dia kuliah di Universitas Muhammad V di Rabat, kemudian melanjutkan pendidikannya untuk menerima gelar doktornya dalam bidang sosiologi di Amerika Serikat pada tahun 1997.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar